Christinearitonang’s Blog

Mei 15, 2009

just looking around me!

Filed under: Uncategorized — christinearitonang @ 12:49 pm

just me

UJIAN TENGAH SEMETER CHRISTINE ARITONANG 0510223045

Filed under: Uncategorized — christinearitonang @ 12:40 pm

Hubungan e-commerce terhadap Supply Chain Management Supply Chain Management adalah suatu cara untuk mengelola arus material, informasi, uang dan jasa dari bahan mentah oleh pemasok melalui pabrik dan gudang sampai kepada konsumen akhir. Alur supply chain management secara tradisional adalah dari Supplier – Producer – Wholesaler – Retailer – Konsumen. Supply chain management berkaitan dengan siklus yang lengkap dari bahan mentah dari para supplier, ke kegiatan operasional di perusahaan, berlanjut ke ditribusi sampai kepada konsumen dengan menggunakan internet maka pemikiran bisnis tentang pengiriman nilai ke konsumennya, interaksi dengan supplier danjuga mengelola tenaga kerjanya dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. E-commerce merupakan sarana untuk memperluas jaringan supply chain sebuah perusahaan. Jelaskan bagaimana e-commerce dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan, dan memberikan dukungan terhadap fasilitas pelanggan Dengan adanya penggunaan E-Commerce maka suatu perusahaan dapat mengirimkan informasi dengan lebih cepat, perintah penjualan dikirim secara elektronik dari satu tempat ke tempat yang lain, alaupun jaraknya jauh, membuat jadwal pengiriman material agar tiba tepat pada waktunya sehingga dapat menciptakan efisisensi dalam pekerjaaan. Dengan penggunaan teknologi E-Commerce dalam pekerjaan, dapat meningatkan kinerja karyawan dan pelanggan dapat melakukan transaksi pembelian secara cepat dan mudah. Dengan penggunaan teknologi E-Commerce maka kita dapat mengakses internet dengan mudah untuk berbagai hal termasuk kita dapat menggunakan jasa afiliasi dari para agen untuk mempertemukan kita dengan penjual produk/jasa yang kita inginkan. Penggunaan E-Commerce dapat mempermudah segala aktivitas pembelian maupun penjualan sehingga permintaan akan kebutuhan konsumen dapat cepat terpenuhi dengan berbagai fasilitas internet yang disediakan.

Bandingkan antar marketplaces dengan marketspaces. Apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing

Marketplaces adalah tempat yang nyata dimana terdapat pasar (transaksi jual-beli). Marketplace merupakan lingkungan yang sebenarnya dari konsumen, yaitu ’dunia riil’ dimana produk dan jasa disediakan dan dikonsumsi. Keunggulan Marketplace: 1). Tidak perlu takut akan penipuan, karena kepercayaan bisa dengan mudah diperoleh, rasa aman karena bisa langsung bertemu penjual/ pembeli Kelemahan Marketplace: 1). Memakan waktu yang tidak efisien. 2). Membuthkan banyak tenaga kerja, sehingga butuh biaya lebih, Marketspace Pasar di mana para penjual dan para pembeli menukar jasa dan barang-barang untuk uang atau untuk jasa dan barang-barang lainnya, yang dilakukan secara elektronik. Keunggulan Marketspace : 1). Bisa melakukan perjanjian dagang dimanapun (selama memiliki fasilitas internet).

2). Proses lebih cepat. 3). Hemat biaya. Kelemahan Marketspace: sistem keamanan internet yang belum memadai sehingga kepercayaan dari para konsumen terhadap transaksi lewat internet sangat lemah

Perbandingan harga SONY Digital Camera (Sony Cyber Shot DSC T700)

• Shopping.com Price: $ 281-$350 at 9 stores

• Mysimon.com Price: $ 292 – $335 at 3 stores

• Bottomdollar.com Price: $ 289 – $ 293.88 at 2 stores

• Bizrate.com Price: $ 292 – $419 at 5 stores

• Pricescan.com Price: $288,95 – $ 329,77 at 7 stores

Situs yang memberikan harga terbaik adalah shopping.com.

Dari data yang diperoleh di atas,dapat kita lihat bahwa shopping.com memberikan harga yang paling murah, dan membarikan penawaran yang lebih banyak, yaitu pada sembilan toko Situs yang memberikan informasi terbaik adalah shopping.com karena memberikan informasi lebih dengan kisaran harga yang paling murah sampai yang termahal di 9 webstores yang menyediakan Sony Cyber Shot T700.

Jelaskan bagaimana trust, kepuasan, loyalitas konsumen pada e-commerce!

• Trust dari konsumen terhadap e-commerce saat ini di Indonesia masih belum begitu besar. Para konsumen di Indonesia rata-rata masih memilih membeli di bisnis konvensional daripada di internet. Ketakutan terhadap penipuan internet masih cukup kuat. Apalagi didukung dengan keamanan internet yang memang belum memadai.

• Kepuasan konsumen pada e-commerce sangat bergantung pada ketepatan janji penjual/pemasar. Untuk mendapatkan pelanggan yang puas, penjual hendaknya menuliskan spesifikasi secara benar. Selain itu, ia juga harus menepati spesifikasi tersebut, dan menepati janji waktu kirim. Pengemasan dan waktu saat pengiriman, kesesuaian kualitas dan jenis barang yang dipesan, serta kemudahan pembayaran, sangat memengaruhi kepuasan konsumen dalam belanja di internet.

• Loyalitas konsumen e-commerce biasanya didapat setelah konsumen merasa puas setelah berbelanja di suatu toko online. Biasanya setelah mendapatkan kepuasan, konsumen akan mengulangi pembeliannya. Hal ini disebabkan sulitnya konsumen percaya terhadap bisnis online. Jadi, apabila seorang konsumen mendapatkan kepuasan ketika berbelanja online pada satu e-market, maka ia akan terus berbelanja online di e-market tersebut.

Mei 1, 2009

Filed under: UTS — christinearitonang @ 11:02 am

UJIAN TENGAH SEMETER

CHRISTINE ARITONANG

0510223045

Hubungan e-commerce terhadap Supply Chain Management

Supply Chain Management adalah suatu cara untuk mengelola arus material, informasi, uang dan jasa dari bahan mentah oleh pemasok melalui pabrik dan gudang sampai kepada konsumen akhir. Alur supply chain management secara tradisional adalah dari Supplier – Producer – Wholesaler – Retailer – Konsumen. Supply chain management berkaitan dengan siklus yang lengkap dari bahan mentah dari para supplier, ke kegiatan operasional di perusahaan, berlanjut ke ditribusi sampai kepada konsumen dengan menggunakan internet maka pemikiran bisnis tentang pengiriman nilai ke konsumennya, interaksi dengan supplier danjuga mengelola tenaga kerjanya dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. E-commerce merupakan sarana untuk memperluas jaringan supply chain sebuah perusahaan.

Jelaskan bagaimana e-commerce dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan, dan memberikan dukungan terhadap fasilitas pelanggan

Dengan adanya penggunaan E-Commerce maka suatu perusahaan dapat mengirimkan informasi dengan lebih cepat, perintah penjualan dikirim secara elektronik dari satu tempat ke tempat yang lain, alaupun jaraknya jauh, membuat jadwal pengiriman material agar tiba tepat pada waktunya sehingga dapat menciptakan efisisensi dalam pekerjaaan. Dengan penggunaan teknologi E-Commerce dalam pekerjaan, dapat meningatkan kinerja karyawan dan pelanggan dapat melakukan transaksi pembelian secara cepat dan mudah. Dengan penggunaan teknologi E-Commerce maka kita dapat mengakses internet dengan mudah untuk berbagai hal termasuk kita dapat menggunakan jasa afiliasi dari para agen untuk mempertemukan kita dengan penjual produk/jasa yang kita inginkan. Penggunaan E-Commerce dapat mempermudah segala aktivitas pembelian maupun penjualan sehingga permintaan akan kebutuhan konsumen dapat cepat terpenuhi dengan berbagai fasilitas internet yang disediakan.

Bandingkan antar marketplaces dengan marketspaces. Apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing

Marketplaces adalah tempat yang nyata dimana terdapat pasar (transaksi jual-beli). Marketplace merupakan lingkungan yang sebenarnya dari konsumen, yaitu ’dunia riil’ dimana produk dan jasa disediakan dan dikonsumsi.

Keunggulan Marketplace: 1). Tidak perlu takut akan penipuan, karena kepercayaan bisa dengan mudah diperoleh, rasa aman karena bisa langsung bertemu penjual/ pembeli

Kelemahan Marketplace: 1). Memakan waktu yang tidak efisien. 2). Membuthkan banyak tenaga kerja, sehingga butuh biaya lebih,

Marketspace  Pasar di mana para penjual dan para pembeli menukar jasa dan barang-barang untuk uang atau untuk jasa dan barang-barang lainnya, yang dilakukan secara elektronik.

Keunggulan Marketspace : 1). Bisa melakukan perjanjian dagang dimanapun (selama memiliki fasilitas internet). 2). Proses lebih cepat. 3). Hemat biaya.

Kelemahan Marketspace: sistem keamanan internet yang belum memadai sehingga kepercayaan dari para konsumen terhadap transaksi lewat internet sangat lemah

Perbandingan harga SONY Digital Camera (Sony Cyber Shot DSC T700)

  • Shopping.com

Price: $ 281-$350 at 9 stores

  • Mysimon.com

Price: $ 292 – $335 at 3 stores

  • Bottomdollar.com

Price: $ 289 – $ 293.88 at 2 stores

  • Bizrate.com

Price: $ 292 – $419 at 5 stores

  • Pricescan.com

Price: $288,95 – $ 329,77 at 7 stores

Situs yang memberikan harga terbaik adalah shopping.com. Dari data yang diperoleh di atas,dapat kita lihat bahwa shopping.com memberikan harga yang paling murah, dan membarikan penawaran yang lebih banyak, yaitu pada sembilan toko

Situs yang memberikan informasi terbaik adalah shopping.com karena memberikan informasi lebih dengan kisaran harga yang paling murah sampai yang termahal di 9 webstores yang menyediakan Sony Cyber Shot T700.

Jelaskan bagaimana trust, kepuasan, loyalitas konsumen pada e-commerce!

  • Trust dari konsumen terhadap e-commerce saat ini di Indonesia masih belum begitu besar. Para konsumen di Indonesia rata-rata masih memilih membeli di bisnis konvensional daripada di internet. Ketakutan terhadap penipuan internet masih cukup kuat. Apalagi didukung dengan keamanan internet yang memang belum memadai.
  • Kepuasan konsumen pada e-commerce sangat bergantung pada ketepatan janji penjual/pemasar. Untuk mendapatkan pelanggan yang puas, penjual hendaknya menuliskan spesifikasi secara benar. Selain itu, ia juga harus menepati spesifikasi tersebut, dan menepati janji waktu kirim. Pengemasan dan waktu saat pengiriman, kesesuaian kualitas dan jenis barang yang dipesan, serta kemudahan pembayaran, sangat memengaruhi kepuasan konsumen dalam belanja di internet.
  • Loyalitas konsumen e-commerce biasanya didapat setelah konsumen merasa puas setelah berbelanja di suatu toko online. Biasanya setelah mendapatkan kepuasan, konsumen akan mengulangi pembeliannya. Hal ini disebabkan sulitnya konsumen percaya terhadap bisnis online. Jadi, apabila seorang konsumen mendapatkan kepuasan ketika berbelanja online pada satu e-market, maka ia akan terus berbelanja online di e-market tersebut.

Maret 20, 2009

PENGGUNA INTERNET DI INDONESIA DAN DUNIA Secara perlahan namun pasti, bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi di dunia khususnya di Indonesia menunjukkan kemajuan yang cukup pesat. Kemajuan di bidang ini mendukung perkembangan teknologi internet. Internet telah menggantikan posisi perpustakaan ataupun buku yang merupakan gudang ilmu pengetahuan. Semua informasi dari dulu hingga kini termuat dengan cukup lengkap di internet. Situs-situs penyedia seperti wikipedia menjadi Perpustakaan online terbesar, dimana hampir semua informasi akan kita peroleh dengan mudah dan gratis. Internet pun dari tahun ke tahun semakin beragam fungsinya. Orang-orang pun banyak menggunakan internet untuk mencari data-data yang dibutuhkan, mencari teman lama, menulis pengalaman atau tulisan-tulisan lain dalam blog/situs pribadi, bahkan perusahaan-perusahaan besar menggunakan fasilitas internet untuk promosi/beriklan dan mempermudah bisnisnya. Dan tidak sedikit juga perusahaan yang khusus berbisnis melalui internet (perusahaan online). Semakin banyaknya kegunaan yang didapat dari internet, meningkat seiringan dengan meningkatnya pengguna internet/netter di dunia, khususnya di Indonesia. Berikut data yang menunjukkan banyaknya pengguna internet di dunia, maupun di Indonesia: Tabel 1. Jumlah pengguna internet di dunia Tahun Pengguna Internet %Penduduk 1995 16,000,000 0.4% 1996 36,000,000 0.9% 1997 70,000,000 1.7% 1998 147,000,000 3.6% 1999 248,000,000 4.1% 2000 361,000,000 5.8% 2001 513,000,000 8.6% 2002 587,000,000 9.4% 2003 719,000,000 11.1% 2004 817,000,000 12.7% 2005 1,018,000,000 15.7% 2006 1,093,000,000 16.7% 2007 1,319,000,000 20.0% 2008 1,565,000,000 23.3% Sumber: http://nusantaranews.wordpress.com/2009/02/28/daftar-jumlah-pengguna-internet-dunia-1995-2008 Dari data di atas, 1.5 miliar pengguna internet saat ini, 41% berada di Asia, kemudian diikuti Eropa 25% disusul Amerika Utara 16%. Dan Afrika menjadi benua dengan tingkat netter terkecil di dunia yakni hanya 5.6%.

Filed under: Tugas-Tugas — christinearitonang @ 1:17 am

TUGAS I

Filed under: Uncategorized — christinearitonang @ 12:48 am

Dari artikel di bawah, kita dapat melihat bahwa amazon.com sebagai e-mall terbesar di dunia mampu meningkatkan keuntungannya dalam waktu yang singkat.

Kegagalan dari perusahaan lain dimanfaatkan amazon.com sebagai kesempatan untuk menarik pelanggan. Setiap ada occassion tertentu, amazon memberikan penawaran menarik kepada para pelanggannya, misalnya saja ketika libur musim panas atau libur hari raya seperti hari natal. Amazon.com tak segan-segan memberikan diskon/ harga yang cukup menggiurkan kepada pelanggannya. Ketika pada akhir tahun terdapat laporan bahwa perusahaan ritel pesaing amazon tidak mendapatkan penerimaan yang baik, atau bahkan mem-phk sebagian pekerja mereka, amazon.com justru mengalami kenaikan keuntungan, dan mengadakan promosi akhir tahun yang sukses.

Loyalitas pelanggan terhadap amazon.com pun, tiap tahun semakinmeningkat. Hal ini dapat terjadi karena amazon benar-benar dapat mengaplikasikan “one-to-one marketing”. Dimana amazon.com benar-benar memberikan pelayanan yang personal dan unik kepada setiap pelanggannya.

Pelanggan merasa aman dan nyaman berbelanja online di situs amazon.com ini.

Kita sebagai para calon entrepreneur muda selayaknya dapat mencontoh keberhasilan amazon.com dalam berbisnis secara online. Bak bagaimana cara mereka men-desainweb mereka dengan tampilan yang menarik dan mudah dimengerti sampai kepada hal bagaimana membangun loyalitas pelanggan yang berbelanja secara online karena mendapatkan pelayanan yang membuat mereka aman dan nyaman dalam berbelanja melalui media elektronik.

Shop Till Everyone Else DropsHow Amazon.com is thriving in a horrendous retail climate.

By Farhad ManjooPosted Thursday, Feb. 5, 2009, at 5:11 PM ET

On a conference call with financial analysts last week, someone asked Amazon.com CEO Jeff Bezos whether other companies’ failures were the secret of his company’s success. All around Bezos, commerce is plummeting. Many rival retailers have reported their worst revenues in years; they’re cutting workers or shutting down entirely. Yet Amazon is thriving: It just had its best holiday season in company history, with profits up 9 percent over last year. Bezos offered a diplomatic answer: “In the long term, fortunately the markets that we operate in are very large markets, and there is room for lots of winners.” Perhaps he’s right about the long run—but for now, he’s being modest. In a retail desert—as customers turn to frugality and big-box stores turn to liquidation—Amazon remains an oasis: It’s the one place that’ll sell you stuff for a bargain without making you feel like you’re slumming.

Bezos has been dabbling in so many markets lately that it’s easy to forget how well he runs his main business. Amazon offers the Web’s leading “cloud-computing” warehouse—it sells cheap online storage and processor cycles to Internet startups looking to save on overhead costs. The Kindle, its year-old e-book reader, has become an Oprah-certified phenomenon; Amazon is reputed to have sold 500,000 of them, with demand far outstripping supply. (The company has scheduled a press conference for Monday at which everyone expects it will release an updated version of the device.)


But it’s Amazon’s retail business that’s the heart of its success. Over the last couple of years, the company’s retail arm has pursued a relentless expansion: It has launched a digital music store; added to its selection of Latin music, indie movies, and out-of-print books and CDs; and started selling new products ranging from fabric to motorcycles and ATVs. Just this week, Amazon launched a new PC video game store, selling hundreds of downloadable titles for less than $10 each. As other retailers pare down their operations, Amazon keeps hiring more people and building new distribution centers.

All the while, it has kept prices low. Analysts say it can do so for one big reason: It owns and operates zero stores. While other retailers had to order their holiday inventory weeks in advance—and, therefore, guess at consumer demand, risking getting stuck with a lot of extra stock—Amazon could wait until late in the season to buy from producers. “Amazon was able to restock when nobody else was restocking,” John Aiken, an analyst at Majestic Research, told the Wall Street Journal (subscription required). “As demand was falling off a cliff, they could get better rates.”

As a result, Amazon offered some of the deepest discounts of the season, selling TVs that normally went for $1,000 for just $700. Of course, so did a lot of other stores. Indeed, Amazon isn’t always the cheapest place to shop—real bargain hunters can almost always find better deals at Wal-Mart (which may explain why that company is the other bright spot in retail this season). Amazon isn’t always the nicest place to shop, either—hey, who wouldn’t prefer getting a Valentine’s gift in a blue box from Tiffany’s over a brown one with a smiley face? But a recession concentrates the mind: Customers want cheap stuff, but they also want convenience, quality, and a friendly, hassle-free atmosphere. Amazon isn’t Tiffany’s, but it’s not a chaotic, out-of-the-way discount zoo, either. Instead it occupies a sweet middle spot—it’s the nicest place to buy cheap stuff. These days, that combination goes a long way.

I’ve been shopping at Amazon since shortly after it opened its doors in 1995, but I became a loyal customer just three years ago, when I signed up to its $79-per-year Prime plan. I’d guess that between one-quarter and one-third of my retail purchases now come from Amazon. (I’m pretty friendly with my UPS guy.) Prime members get free shipping on most items in the store or overnight shipping for $3.99; because you can share the plan with up to three other people, it’s a steal for frequent shoppers. (Amazon requires everyone sharing the plan live in the same household, but in my experience it doesn’t enforce that restriction very firmly.) If you and your housemates buy more than two items a month from Amazon, you should consider subscribing. Be warned, though, that Prime membership will alter how you think about shopping. These days, whenever I become cognizant of some need that would ordinarily require an unplanned trip to the store—when I want a bathroom hook, a shelving system for my closet, a new wireless router, or a discount pack of kitchen sponges—I check Amazon first. It’s usually faster to order the item there and get it shipped for free than to add the thing to my shopping list. With Prime, you don’t really need a shopping list.

I don’t rely on Amazon just because it’s cheap and convenient. For a store that aims to give you a bargain, it also excels at customer service. Here’s something that happens often: I’ll buy an item on Monday afternoon and be told to expect it to arrive Wednesday. Then, sometime Tuesday, the UPS guy rings my door—amazingly, Amazon has moved the product from its shipping center in Nevada to my apartment in San Francisco in less than a day, for no extra charge. The store even excels when something goes wrong. The Web abounds with stories of Amazon going above and beyond to make sure its customers are happy. Last year Joe Nocera of the New York Times wrote about how Amazon replaced his son’s Christmas present for free after someone had filched the package from his building—which, of course, wasn’t Amazon’s fault.

I’ve got a story like that, too. Before Thanksgiving last year, I ordered a roasting pan for my parents, who live in Southern California—but I accidentally had the item delivered to my house, hundreds of miles away. What to do? I looked into shipping the roasting pan to my parents, but the cost was prohibitive. Then I thought about ordering them a new pan and returning the one that had come to me—but the sale on the item had expired, meaning that the pan was now $10 more expensive.

So I did what any frustrated customer would do: I threw myself on the mercy of customer service. I called Amazon’s secret call center and explained my problem to a friendly gentleman in a foreign country. (Speaking of which, there is one way Amazon can improve its service—publicize their call center’s number!) The Amazon rep fixed everything. Because I was a loyal customer, he said, he would sell me a new pan—shipped to my parents’ house—at the now-expired sale price. He also offered to take back the pan that I’d had delivered to me for no charge at all—not even shipping.

Amazon can provide such great service because it’s a retail behemoth. There’s a feedback loop working here—as it gets more customers, it makes more money and can better afford to placate the small number who feel wronged, which of course helps it win even more customers. This also explains why Amazon is not only beating offline stores but is also stealing market share away from its online rivals. EBay had a terrible holiday quarter—its profits declined by one-third, and, for the first time in its history, its revenues were lower than the comparable period the previous year. The company is also warning that its numbers for the current quarter will fall below expectations.

This seems counterintuitive—as times get tough, you’d expect that people would turn to eBay both to sell their stuff and to buy other people’s used items. But while you can occasionally get some amazing deals on eBay, shopping on an auction site requires a lot of work. Shipping costs vary widely depending on the merchant, which means you’ve always got to be on the lookout to avoid getting ripped off. Shipping times are inconsistent, too—buy something at Amazon and you can be sure you’ll get it within the week, but a delinquent merchant on eBay could dither forever. And what if something goes wrong—if your package is stolen from your apartment’s common area, or your kitchen sponges aren’t as absorbent as you expected, or you accidentally got your product shipped to the wrong address? Some sellers on eBay might go the extra mile, but many won’t—and you’ll end up stuck.

In the past, all this was worth it—you could be sure that if you put in the work, you’d get a fantastic deal on eBay. But as Amazon has reduced its prices and expanded its selection, fiddling with eBay no longer seems necessary. At Amazon, you click once, and the item’s on its way. No wonder people can’t stop shopping.

Maret 13, 2009

Hello world!

Filed under: Uncategorized — christinearitonang @ 1:00 pm

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.